Periodisasi kepemimpinan Presiden BEM akan
segera berakhir. Dengan begitu, tak lama lagi Pemilihan Umum (Pemilu) Raya akan
diselenggarakan. Namun sosialisasi mengenai PEMIRA tak kunjung dilaksanakan
oleh DEMA sebagai sang empuya hajat. Mengingat tahun-tahun sebelumnya Pemira
selalu diikuti dengan apatisme mahasiswa, sepertinya niat mahasiswa untuk
berpartisipasi dalam pemira kali ini masih dihadang segudang keraguan.
Read More...
Tampilkan postingan dengan label Editorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Editorial. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 Februari 2013
Task Force PKM FKIP Kontroversial
Ditengah maraknya sosialisasi dan publikasi
dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), UNS memperketat setiap pengajuan
proposal PKM. Hal itu didasari atas kebijakan Dikti untuk mengedepankan
kualitas daripada kuantitas pengajuan proposal PKM. Sehingga bila UNS hanya
mengedepankan kuantitas tanpa kualitas maka akan mengurangi peringkat UNS dalam
penerimaan proposal PKM.
Read More...
Read More...
Kamis, 10 Januari 2013
Suntikan a’la SK3
Pada
tahun 2013, UNS berencana akan mengesahkan Sistem Kredit Kegiatan Kemahasiswaan
(SK3). Sejatinya SK3 sudah digodok dari
tahun 2009, namun karena banyak pertimbangan terutama antara bidang Akademik
dan Kemahasiswaan akhirnya baru akan disahkan pada 2013 nanti. SK3 merupakan
bentuk kredit yang diberikan kepada mahasiswa yang aktif dalam organisasi
kampus. Dimana mahasiswa akan mendapatkan transkrip softskill bagi mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi.
Rabu, 21 November 2012
Matinya Peran Pemerintahan Mahasiswa
Sudah lebih setengah tahun periode
pemerintahan mahasiswa diemban oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan
Mahasiswa (DEMA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS. Sebagai miniatur
Pemerintahan dalam sebuah institusi Pendidikan di Perguruan Tinggi, seyogyanya
BEM dan DEMA FKIP UNS mewadahi suara mahasiswa serta menjadi benteng di barisan
paling depan dalam menyikapi setiap kebijakan kampus di tingkat universitas
maupun di tingkat fakultas, terlebih menyangkut persoalan mengenai mahasiswa.
BEM FKIP UNS periode 2012-2013 dengan kabinet
solutif, sampai saat ini masih belum terlihat gebrakan politiknya. Padahal BEM
sebagai badan eksekutif yang menaungi mahasiswa FKIP UNS seharusnya lebih mampu
menyadarkan dan memberikan pendidikan politik kepada mahasiswa, seperti misi
yang telah dicanangkannya. Bukan hanya tentang pelaksanaan Event Organizer (EO) yang dilakukan pada pertengahan oktober tahun
ini, namun lebih menyadarkan mahasiswa tentang kebijakan-kebijakan kampus.
Seperti masalah Uang Kuliah Tunggal atau tentang transparansi dana orientasi
mahasiswa baru yang mengalami kebuntuan informasi di tengah merebaknya
Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.
Jumat, 05 Oktober 2012
Tahun Ajaran Baru Masalah Baru
Mengawali
tahun ajaran pendidikan 2012/2013, setiap perguruan tinggi mengadakan kegiatan
perkenalan kampus baik dari tingkat universitas hingga ke tingkat jurusan dan program
studi. Tidak terkecuali kampus hijau Universitas
Sebelas Maret yang akan mengadakan kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (Osmaru)
atau perkenalan kampus dari tingkat universitas hingga ke tingkat jurusan maupun
program studi. Bahkan tidak tanggung-tangggung, UNS menerima kurang lebih 5.000an
mahasiswa pada tahun ajaran 2012/2013. Sehingga bisa dibayangkan bagaimana
persiapan yang dilakukan untuk sekedar menyambut mahasiswa baru di beberapa fakultas
yang ada di UNS.
Bukan Janji, Tapi Aksi
Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang
akan diterapakan UNS mulai tahun ajaran 2012/2013 terkesan mendadak. Imbas
pelaksanaan sistem ini dirasakan langsung oleh mahasiswa angkatan 2012. Padahal,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menyatakan bahwa pelaksanaan
mengenai penerapan UKT ditunda hingga tahun 2013. Tak cukup sampai di sini,
‘kejutan’ lain pun ikut tampil, yakni naiknya biaya kuliah hingga 30%. Jika
merunut Surat Edaran Dirjen Pendidikan Tinggi 488/E/T/2012 seharusnya tidak ada
kenaikan uang kuliah.
Hal tersebut diperparah dengan tidak
adanya detail rincian perhitungan sistem UKT. Bukan tidak mungkin, kondisi ini
dapat menimbulkan penyelewengan dana UKT bila tak diimbangi dengan transparansi.
Sungguh ironi melihat Uang Kuliah Tunggal yang belum memiliki landasan Surat
Keputusan, tetapi telah ada daftar biaya kuliah, seperti harga barang hingga delapan semester saja. Yang lebih miris, penerapan UKT ditujukan untuk mahasiswa
baru yang telah diterima UNS, tanpa bisa menelaah lebih jauh mengenai dampak yang
ditimbulkan.
Selasa, 10 Juli 2012
Advokasi tak sesuai harapan
Beberapa
bulan lagi kampus hijau ini akan
menerima mahasiswa baru, sehingga kebutuhan penunjang perkuliahan harus lebih
diperbaiki. Perhatian khusus harus ditujukan terhadap hal tersebut karena bisa
jadi mahasiswa baru yang diterima di Universitas Sebelas Maret ini akan lebih
banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Terlebih jika kita perhatikan keadaannya
saat ini, hal-hal yang urgent seperti
sarana dan prasarana untuk menunjang perkuliahan pun masih menuai banyak keluhan
dari mahasiswa.
read more
read more
Langganan:
Postingan (Atom)