Tampilkan postingan dengan label Caping. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Caping. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2013

Tragedi RSBI, Jangan Ada Mall Kebijakan Pendidikan Lagi


Jangan ada lagi RSBI RSBI Lainya, kebijakan yang terkesan dibuat kelinci percobaan, diberi makan trilliunan rupiah, dan akhirnya mati menjadi tumpukan sejarah yang hanya dapat dikenang.
Masih segar dalam ingatan ketika Mahkamah Konstitusi (MK) awal tahun ini memutuskan mengabulkan permohonan uji materi atas Pasal 50 Ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003, yaitu UU tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur soal Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Akibatnya, hilanglah embel-embel RSBI dari sistem pendidikan di Indonesia. Mencoba kembali memutar otak ke waktu sekitar 6 tahun yang lalu, ketika wacana kebijakan RSBI di gelincirkan.
Read More... 

Jeritan Kota Metropolitan


Ini bukan hukuman    
Hanya satu isyarat     
Bahwa kita mesti banyak berbenah………..
Lirik lagu diatas kiranya patut menjadi bahan renungan warga jakarta yang baru saja dilanda bencana. Selama lebih dari sepekan ibukota Negara kita tergenang oleh dahsyatnya kekuatan air bah. Sampah yang menggunung serta curah hujan yang tinggi dituding sebagai kambing hitamnya. Jakarta yang terkenal dengan kota metropolitan dengan jumlah penduduk yang luar biasa banyaknya kini hampir menjadi kota yang lumpuh. Kerugian akibat bencana ini ditaksir mencapai dua puluh triliun rupiah.
Read More... 

‘Proyek’ Baru Bernama Kurikulum 2013


“ganti menteri, ganti kurikulum” atau “ganti tahun, ganti kurikulum”? Apapun istilahnya, kurikulum pendidikan nasional tidak akan pernah sempurna.
Demi meningkatkan mutu pendidikan nasional dan demi mencetak generasi penerus yang unggul, pemerintah melakukan berbagai  perubahan dan perbaikan terhadap kurikulum pendidikan Indonesia. Terhitung sudah ada 9 kali, pemerintah melakukan gonta-ganti kurikulum pendidikan nasional. Bahkan, karena seringnya pergantian kurikulum yang terjadi akhir-akhir ini, muncullah selentingan pernyataan “ganti menteri, ganti kurikulum”.
 Read more...

Kamis, 10 Januari 2013

Refleksi Sepuluh November


Bangsa yang baik adalah bangsa yang tak pernah melupakan jasa para pahlawannya.

Hari sabtu tanggal 10 november kemarin rakyat Indonesia mengadakan sebuah upacara untuk memperingati dan mengenang jasa-jasa para pahlawan. Tidak hanya 10 november tahun ini tapi sudah bertahun-tahun lalu upacara selalu diadakan di seluruh pelosok negeri. Namun, dari tahun ke tahun upacara hari pahlawan terasa semakin kurang dihayati karena peringatan ini cenderung bersifat seremonial belaka. Peringatan hari pahlawan bukan hanya sekedar dengan upacara melainkan juga perlu diadakan sebuah refleksi. Ya! Sebuah refleksi demi kemajuan bangsa kita tercinta.


Rabu, 21 November 2012

Guru : Berbakti Atau Bekerja?




Setiap  aku pulang ke desa, ada yang kurang enak dalam benakku ketika para tetangga mulai memanggilku dengan sebutan pak guru. Bahkan ketika aku berangkat atau pulang dari sawah, ada yang bertanya, apakah aku sebagai calon guru harus rela bekerja disawah? Ya, mereka sebagian telah menganggapku sebagai priyayi baru. Aku mendapat title priyayi karena masyarakat pedesaan yang menempatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan juragan-juragan pada strata atas. Aku menjadi risih dengan itu, seolah-olah merekalah yang menentukan masa depanku bahwa aku adalah guru dengan gaji yang besar dan jaminan hidup mewah. Tapi aku kurang setuju.
Ketika aku berkumpul dengan teman – teman, hal yang sering menjadi pembicaraan adalah pekerjaan sebagai guru dengan pengangkatan PNS yang kemudian mendapatkan tunjangan sertifikasi. Sedangkan predikat mahasiswa yang didapat saat kuliah hanyalah jalan untuk mencari gelar. Mereka berpikir bahwa semakin tinggi gelar yang diraih semakin tinggi pula gaji yang akan mereka dapatkan. Sehingga bangku kuliah hanya dianggap sebagai lahan untuk menanam modal.