Tampilkan postingan dengan label Begog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Begog. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2013

BEGOG: ”Belum Juga Ada SK-nya? Payah!”

Keringatnya bercucuran. Dengan mata yang sedikit menyipit menghindari terik, Begog dengan mantap dan begitu bersemangat melangkahkan kaki di tengah hawa panas yang menerpa tubuhnya. Entah apa yang sedang terfikir di benaknya.
Read More... 

Begog: Aneh, Pengajuan PKM kok lewat UKM?

“Dieeerrrrrr…..!!!” terdengar suara petir menyambar, seketika Begog dan Njenik menutup telinga mereka. Hujan lebat membuat mereka berdua tidak bisa pulang dan tertahan di kampus siang itu. “Hujannya kok enggak reda-reda ya?”, gumam Njenik. “Ya wajar aja kan ini lagi musin hujan.” jawab Begog sembari melihat sebuah pamflet. “Iya juga sih, tapi kok bisa-bisanya aku lupa bawa mantel? Coba aku bawa mantel pasti udah sampai di rumah, terus tidur di kamar”, gerutu Njenik kembali. “Ya wajar aja, namanya juga lupa”, jawab Begog singkat. “Hey, dari tadi liatin apa hlo? Serius amat bacanya, sampai aku dikacangin. Kacang itu mahal mas”.
Read More... 

Kamis, 10 Januari 2013

BEGOG: Sepi Lagi, Sepi Lagi.... Bagaimana Mau Evaluasi


Siang ini begitu panas, tidak seperti biasanya langit yang biasanya dipenuhi gumpalan awan mendung mendadak menjadi bening. Dari lapangan tenis terdengar segerombolan mahasiswa yang asik bercengkrama sambil makan soto ayam di meto’s canteen. “Sayang, sini aku suapin makannya. Pasti laper habis ujian daritadi pagi juga kamu belum makan toh?” kata Njenik sambil mendekat ke Begog yang mengangguk-angguk. “Oiya minggu kemarin kamu pulang kampung Ko?” tanya Begog kepada Kiko tanpa menghiraukan Njenik. Sambil bibirnya manyun, Njenik melanjutkan makan soto ayam yang telah ia pesan tadi. “Aku enggak pulang kampung Gog, kemarin sabtu aku mewakili HMP buat acara Sidang Umum Dema di aula Gedung KBM.” “Sidang Umum? Hloh, kok aku enggak tahu kalau ada Sidang Umum?” kata Begog kaget sembari menghentikan suapan sotonya. Sambil minum lemon tea yang telah dipesannya Kiko menjelaskan kondisi yang terjadi pada saat SU Dema tersebut. hla wong kemarin aja Sidang Umunya sepi. Terus dari Dema si penyelenggara aja anggota yang datang kurang dari setengahnya,” terang Kiko.

Rabu, 21 November 2012

Begog:Pembangunan di UNS, “Untuk Kepentingan Mahasiswa atau Lahan Bisnis?”


Guyuran hujan deras di pagi itu baru saja berhenti. Semua mahasiswa hiruk-pikuk keluar dari tempat persembunyian yang memenjarakan mereka sejak satu jam yang lalu. Langkah mantap tiga pasang kaki mulai terlihat menapaki trotoar becek di sisi kiri jalan masuk kampus. “Sial, materi ujianku jadi basah,” omel Njenik sambil mengusap kumpulan kertas di tangannya. “Ah kamu itu Nik, nanti kan ujian, buat apa masih ribet sama materi? Belum belajar ya?,” tanya Kiko. “Sekedar memanfaatkan waktu, sambil jalan kan bisa baca-baca,” jawabnya seraya membuka satu per satu lembaran kertas tersebut.
Begog yang sejak tadi terdiam tampak serius memperhatikan keadaan sekeliling kampus, pandangannya terpaku pada satu area pembangunan gedung yang menarik perhatian. “Ah, berisik sekali, gimana mau konsentrasi kalau kayak gini?,” Omel Njenik. “Masukkan saja kertasmu itu ke dalam tas, lagian aneh-aneh saja, baca kok sambil jalan,” ucap begog tanpa mengubah arah pandangannya. “Kamu tahu sendiri kan Nik, di kampus kita sekarang ada banyak pembangunan gedung. Ya…wajar lah, di mana-mana banyak suara bising,” jelas Kiko. Njenik hanya mengangguk-angguk kesal seraya memasukkan kembali kertas tersebut ke dalam tasnya.

Jumat, 05 Oktober 2012

BEGOG : Forbes BEM Gagal, Mahasiswa Buta UKT

               Siang itu, Begog terlihat begitu lelah. Seharian tadi ia dan Njenik mengawal mahasiswa baru 2012 yang sedang melakukan registrasi ondesk. Aroma Sambut  Mahasiswa Baru (Samaru) telah tercium oleh banyak Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Semarak penyambutannya di gedung ungu sangat hiruk-pikuk karena dipadati oleh ratusan mahasiswa. Begog yang ditunjuk oleh UKM-nya untuk menyambut mahasiswa baru dan menyosialisasikan organisasinya tersebut sangat kewalahan.
                Panas yang luar biasa membuat aliran keringat mengucur hebat di dahi Begog. Njenik yang hanya duduk manis menunggu stand sedang heboh bercerita dengan teman sekelasnya.
             “Kamu sedang apa Nik?” tanya Begog dengan wajah karena kepanasan.
             “Ini Gog, kamu tau tidak tentang FORBES BEM?” sahut Njenik yang terlihat serius dengan pertanyaannya pada Begog. FORBES adalah forum bersama yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Begog yang hanya menggeleng itu seakan penasaran dengan hasil FORBES BEM yang tak kunjung tersiar kabarnya di lingkungan mahasiswa. Begog memanyunkan bibirnya sembari memikirkan bagaimana kelanjutan nasib mahasiswa baru yang harus menghadapi UKT.

BEGOG: Asyik, Ada Meja Baru! Tapi Kok Nggak Ada Labelnya?


Terik matahari terasa begitu menyengat saat Kiko dan Njenik melangkah keluar kelas dengan perasaan lega. Mereka baru saja terbebas dari soal-soal Uji Kompetensi yang sepertinya begitu menguras otak.
Tiba-tiba Njenik menoleh ke sekeliling, berharap menemukan sesuatu yang dicarinya. “Kamu nyariin apa Nik?” Tanya Kiko yang juga ikut-ikutan menoleh.“Begog mana ya?Maen ngilang aja…” jawab Njenik dengan ekspresi cemberut ala bibir monyong-nya.“Oh, itu.Tadi dia keluar duluan, katanya buru-buru,mau nemuin Kang Sipon di gedung sebelah,” terang Kiko. Njenik mengangguk paham. Mereka berdua kemudian memutuskan untuk menunggu Begog sambil makan siang di kantin ‘Bu Melow’.
Read More...