Tampilkan postingan dengan label Suara Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suara Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2013

Pembelajaran Geografi di SMA Belum Sesuai dengan Esensi Geografi


Pembelajaran Geogafi dalam Kurikulum SMA belum sesuai dengan esensi Geografi. Hal ini dikarenakan pengkajian ilmu geografi masih terpisah, tidak dengan telaah spasial.
“Materi-substansi yang bermacam-macam, telaahnya selalu dari perspektif spasial; menghasilkan wilayah-wilayah geografik yang mencirikan persamaan obyek, fenomena, pola, masalah, potensi, yang ada di muka bumi sebagai sebentuk persamaan obyek, fenomena, pola, masalah, potensi; dipresentasikan- ditampilkan-divisualkan dalam bentuk peta geografi” ( Hadi : 2012 ).
Read More... 

ANTARA IDEALITAS DAN REALITAS GERAKAN MAHASISWA

 
Terlena kita dengan masa keemasan tersebut, sehingga semangat TOTAL REFORM !! yang dulu menggaung menjadi redup. 
Bicara tentang mahasiswa, berarti kita bicara tentang sebuah potensi besar perubahan bangsa dan negara. Tidak  jarang mahasiswa menjadi cikal bakal perjuangan nasional, mulai dari boedi utomo (1908), Perhimpunan Indonesia (1925),dll sampai akhirnya gerakan mahasiswa pada waktu itu mencapai puncak kejayaannya pada 17 Agustus 1945. Tentu masih ingat pula dalam ingatan sejarah mengenai perisitiwa gejayan, perisitiwa cimanggis, dan yang lebih familiar di ingatan kita yakni tragedi semanggi dan tragedi trisakti. Tentu sebuah kejadian yang sangat heroik,  ketika akhirnya dari sekian lama perjuangan mahasiswa untuk melawan rezim otoriter (1966-1998) menemukan titik klimaksnya, dimana Soeharto (Presiden kedua RI) menyatakan mundur dari jabatannya.
Read More... 

 

Kamis, 10 Januari 2013

Pendidikan Sebagai Ideologi Kelas Borjuasi


Di dunia, kelas borjuasi dengan mazhab kapitalisme-nya memiliki sebuah misi besar untuk terus-menerus memperkaya diri. Demi mencapai misi tersebut, kaum borjuasi tak pernah memperdulikan proses atau cara, tetapi mereka hanya mengurus soal keuntungan (profit). Timbulnya kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial-ekonomi yang mereka akibatkan, tak membuat mereka merasa “kapok” dalam menjalankan misinya. Semua cara dihalalkan hanya demi memenuhi kepentingan kerakusan mereka.

Rabu, 21 November 2012

Tepis Dan Kikis Tipis-Tipis Si Kapitalis



"Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya.”

Kutipan  pesan yang disampaikan oleh Pramoedya Anantra Toer, dalam Novel “Jejak Langkah” di halaman 291 menjadi satu ruang yang patut kita tengok dan cermati sejenak. Pram seakan tak hentinya mengingatkan kaum muda untuk memikirkan dunia pendidikan Indonesia. Dunia yang kaya intrik pada sendi sendi dasarnya. Terlebih, saat pendidikan terasuki roh kapitalisme. Terkadang kita dibuat bertanya, dan akhirnya singgah pada satu radar yang menandakan pendidikan dalam kondisi “bahaya”. Bapak dan Ibu yang menitipkan putra putri di bangku sekolah hingga kuliah jangan terlalu berharap para buah hati akan menjadi pribadi mulia. Sebab, bangku itu tak menjamin cerahnya masa depan putra putri. Sebab, tempat itu kadang menipu. Sebab bangku bangku bisu itu kadang menjadi monster kayu yang menakutkan mereka. Sebab, kita tidak pernah jeli bagaimana mereka dididik sebenarnya. Untuk itu, mari berkenalan dulu dengan si kapitalis, sebelum saya ajak berkeliling ke ruang lain, selamat datang di dunia pendidikan, tempat ini bernama perguruan tinggi.